Hasil Penghitungan Cepat Pilpres 2009

Picture 6
http://vivanews.com/

Perhitungan dimulai. Setelah contreng-menyontreng selesai secara resmi pada pukul 13.00, maka saatnya untuk berdebar. Siapa yang akan menang kali ini? Berikut adalah Hasil Penghitungan Cepat Pilpress 2009 dari web vivanews.com, pada pukul 13.27. Di sana ditampilkan hasil dari 3 lembaga yang melakukan hitung cepat. Silakan periksa langsung hasilnya dari web vivanews.com

Untuk menanti hasil dari KPU, di web vivanews.com juga bisa ditengok box khusus hasil penghitungan resmi dari KPU. Dari box itu kita bisa pilih hasil penghitungan per provinsi. Berikut screenshootnya:

Picture 10

Sementara itu, kalau Anda berkunjung ke web kpu.go.id, jangan berharap banyak, karena disana ‘belum terjadi apa-apa’ berkaitan dengan proses pilpres 2009 kali ini. Menurut berita di vivanews.com, pada pukul 18.00 WIB Anda akan bisa mengakses data hasil pilpres dari KPU. Berikut gambarnya dari web kp.go.id, diambil jam 15.39 WIB:

Picture 11

UPDATE:
Ternyata, kalau Anda klik bagian media center, disana ada informasi cukup lengkap mengenai Pilpres, bahkan beberapa materi sosialisasi Pilpress. Ada yang namanya Pusat Tabulasi Nasional Pemilu, yang basis datanya adalah SMS. Ini adalah tabulasi perhitungan sementara, dan tidak mewakili hasil yang resmi. Kalau Anda melihat di tv ada yang menayangkan hasil penghitungan versi KPU, hasil inilah yang sebenarnya digunakan,  bukan hasil yang final!
Seperti hasil QC pada umumnya, kandidat no. 2 yang unggul, dengan 60,72% suara.

Picture 2

UPDATE HASIL KPU:

Picture 1

UPDATE DARI KPU:

Aliran data melalui SMS telah dihentikan mulai 9-Juli-2009 18:40 WIB

Di bagian bawah website, ada peringatan mengenai informasi yang tertera di situ,

“Situs ini adalah Tabulasi Nasional milik KPU dengan menggunakan teknologi SMS untuk menayangkan hasil perhitungan dari KPPS. Sebagai catatan, hanya KPPS yang telah terdaftar yang bisa berpartisipasi.
Data dasar pada situs ini adalah bersifat sementara dan BUKAN hasil perhitungan resmi, mengingat perlu dilakukan proses verifikasi lebih lanjut. Data dasar yang sementara ini tidak mewakili hasil resmi Nasional.
Dengan menggunakan situs ini, Anda berarti telah menerima dan memahami pernyataan (disclaimer) ini dan setuju untuk membebaskan dan tidak menuntut tanggung jawab KPU atas penyalahgunaan, penggunaan dan/atau penyebaran data/informasi ini”.

Yang lebih menarik sebenarnya adalah halaman tentang data kandidat, dan visi-misinya. Anda bisa download dokumen visi-misi SBY-Boediono, tertanggal Mei 2009. Kelihatannya Anda perlu perhatikan dokumen itu, terutama kalau mau mengawal kepemimpinan mereka 5 tahun ke depan. Kalaupun SBY-Boediono tak jadi menang, maka download saja dokumen dari kandidat lain, MegaPro, & JK-Win supaya nanti gampang ‘nagihnya’.

————————————-

UPDATE: (8-7-2009 18.20)

Akhirnya,  inilah hasil hitung cepat yang dimuat di vivanews.com, dimana basis datanya sudah mencapai 99% lebih. Sudah bisa dipastikan bahwa hasil hitung cepat tidak akan berubah. Kandidat no 2 unggul, dan tampaknya tidak akan ada putaran kedua.

Picture 1

Wimar: from His Perspektif Online

Sehari menjelang Pilpress 2009. Rasanya tidak jelas. Seperti sedang menghadapi hari Minggu, menunggu jawaban dari sang calon pacar yang baru saja ‘ditembak’ tadi malam. Tidur tak enak. Makan tak enak. Hanya akan segera teratasi kalau si ca-car (calon pacar) segera memberi jawaban. Ya atau Tidak. Apakah terpilihnya presiden ‘baru’ akan membawa perubahan positif? Atau Tidak? Kita hanya tahu setelah 5 tahun ke depan, karena janji-janji seratus hari, atau duaratus, atau tigaratus, ataupun kontrak-kontrak politik ‘kosong’ tidak akan berdampak apa-apa. Bukannya pesimis, tapi begitulah biasanya. Semoga Pilpres kali ini tidak menjadi biasanya.

Sementara itu, nikmati saja tulisan WImar dari Perspektif Online-nya, yang kami kutip beberapa paragraf di antaranya berikut ini. Selamat Memilih!

———————————-

While becoming election landmarks, presidential debates leave voters unmoved

By: Wimar Witoelar

Now that the campaign subsides, pundits and political scientists will study the official Presidential and Vice Presidential debates for a long time. Did the five presidential debates and the two vice presidential debates change voters’ minds? Probably not, as not much substance was put forward in the debates. The candidates are not people who have had much practice debating. Megawati never had to debate as her silence is her most effective political weapon. SBY does not debate; he courts people with politeness and presence. Jusuf Kalla will debate but his forte is making deals based on shared interest.

……….

Whatever the virtue of that debate, television viewers delighted at the spontaneous moment which came as a welcome sprinkle of fresh water in a long dry debate. A more substantial moment came towards the end of the last debate when Jusuf Kalla chided SBY for a campaign ad exhorting a single-stage election, alluding to a strong majority win the SBY-Boediono ticket. Kalla said that was not a friendly ad, and SBY simply said, “That is not our ad.” Kalla jumped in like a fighter pinning his opponent to the ropes. “So you say that ad is illegal?” The exchange was brought to a tie by SBY just looking at Kalla with an expression close to disdain.

Silakan kunjungi web Wimar langsung, di sini.

Kwik Kian Gie: Indonesia Menggugat

Menanggapi pidato Boediono pada waktu deklarasi Capres-Cawapres di Bandung, Kwik Kian Gie menulis panjang lebar tentang Indonesia Menggugat, dan seputar sejarah perjuangan kelas menengah di Indonesia. Di tulisan ini juga mengupas beberapa hal mengenai perekonomian NeoLiberal, yang seringkali dituduhkan kepada Boediono. Menurut web ini, tulisan Kwik yang berjudul “INDONESIA MENGGUGAT JILID II ?” Menjabarkan Pidato Proklamasi Calon Wakil Presiden Boediono ini semoga bisa memberi semangat baru untuk kita:

Siapa kekuatan dari luar yang sedang menjajah Indonesia, dan siapa pula kekuatan dari dalam? Apakah kekuatan luar dan kekuatan dalam ini menjajah Indonesia secara sendiri-sendiri ataukah bersama-sama dalam sebuah konspirasi, di mana elit bangsa Indonesianya yang menjadi mitra dari luar bertindak sebagai pengkhianat kepada bangsanya sendiri?

Sejak kapan Indonesia dijajah dengan tanggal pidatonya sebagai titik tolak, yaitu tanggal 15 Mei 2009. Apakah mulai tanggal itu Indonesia dijajah dalam bentuk yang ada dalam benak Boediono, ataukah sebelumnya sudah. Kalau sebelumnya sudah, siapa kiranya yang menjajah dan siapa kiranya kroni dan kompradornya para penjajah yang berbangsa Indonesia (kekuatan dari dalam) ? Boediono tentu dapat mengenalinya dengan akurat karena dia cukup lama menjadi orang di dalam lingkungan puncak kekuasaan.

Silakan simak tulisan lengkapnya bagian pertama di sini, dan bagian kedua di sini. Format pdf dari web koraninternet.com dapat didonlot di sini.

Kubu Mega-Prabowo tentang Aceh

Dua Gajah Bertarung, Pelanduk Tepuk Tangan di tengah-tengah…?”

IVAnews - Kubu SBY-Boediono dengan JK-Wiranto saling klaim atas keberhasilan perdamaian di Aceh. Tim sukses Megawati-Prabowo angkat bicara. Menurut kubu Megawati-Prabowo, yang banyak berperan dalam proses perdamaian di Aceh adalah Jusuf Kalla.

“Memang yang lebih banyak bekerja dalam pemerintahan adalah Wakil Presiden (Jusuf Kalla),” kata tim sukses Megawati-Prabowo, Fadli Zon, dalam keterangan pers di Megawati-Prabowo Media Center, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juni 2009.

Menurut Fadli Zon, semua pihak harus membuka mata dan mengutamakan kejujuran dalam melihat proses akhir perdamaian di Serambi Mekkah itu. Karena menurut Fadli, tidak hanya kalangan politik saja yang melihat banyaknya peran JK di Aceh.

“Kita harus jujur. Dalam konteks Aceh memang yang paling berperan itu adalah Pak JK. Semua kalangan termasuk kalangan intelektual melihat hal itu,” ujar dia.

Fadli pun mengakui, setiap keberhasilan pastinya akan selalu menjadi bahan rebutan klaim. Tetapi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menyarankan agar pemerintah secara jujur juga mengungkapkan kegagalan. “Harus fair, jangan hanya mengklaim keberhasilan saja. Itulah, di Indonesia ini tidak pernah mengakui kalah,” ujar dia.

Sabtu, 13 Juni, JK membeberkan soal proses perdamaian di Aceh. JK menceritakan bagaimana presiden tidak menandatangani masalah perdamaian dan pendirian partai lokal di Aceh.

“Sejak awal negosiasi itu yang menandatangani semua komitmen adalah wakil presiden. Tapi atas sepengetahuan presiden. Semua itu saya laporkan ke presiden. Coba periksa tidak ada tanda tangan siapa pun kecuali tanda tangan saya dalam perjanjian Helsinski itu,” beber JK. 

ismoko.widjaya@vivanews.com

Sumber: vivanews.com

Website para Capres 2009

mega-prabowomegaprabowo.com

sby-boedionosbypresidenku.com

jk-wirantojk-wiranto-2009.com

Mencoba membandingan ketiga website melalui alexa.com, traffic rank website ketiganya dalam 1 bulan terakhir, sbypresidenku.com masih unggul hingga hari ini.

alexa.comalexa.com