Skandal DPR-BI Baru Terkuak Lagi

Bank IndonesiaImage via Wikipedia
JAKARTA, SABTU — Penyelidikan kasus aliran dana Bank Indonesia ke DPR belum usai, kini terkuak lagi skandal baru. Seorang anggota Dewan mengaku kepada KPK bahwa ia mendapat uang Rp 500 juta, tak lama setelah pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Juni 2004.

Informasi yang diperoleh Kompas, anggota DPR yang mengaku itu adalah anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dari F-PDIP, Agus Condro Prayitno. Agus kini anggota Komisi II DPR.

Saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (15/8), Agus mengaku dua kali diperiksa KPK, yakni pada 4 Juli dan 8 Juli 2008. Ia diperiksa sebagai saksi dalam perkara aliran dana BI ke anggota DPR periode 1999-2004 dengan tersangka anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) Hamka Yandhu.

Agus mengakui kepada KPK, ia menerima dana Rp 500 juta seusai pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. Ia khawatir KPK sudah memiliki data dan bukti tentang kasus itu. ”Kalau KPK punya bukti, saya malah repot. Jadi, lebih baik jujur saja ngomong apa adanya agar tak jadi beban,” paparnya.

Agus juga mengaku mengembalikan uang itu kepada KPK dalam bentuk mobil Mercedez C 200 dan Hyundai X Caviar.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP saat dikonfirmasi soal ini belum mau bicara banyak. Ia hanya mengatakan, ”Nanti saya cek dulu. Yang jelas kami masih terus memperdalam aliran dana BI.”

Kronologi

Menurut Agus, awalnya ia ditanya penyidik KPK, apakah pernah menerima uang Rp 250 juta dari Hamka. Dia menjawab tidak pernah menerima uang itu, tapi kalaupun menerima, uang itu diterimanya begitu pindah ke Komisi IX. Uang itu besarnya Rp 25 juta.

Penyidik KPK juga menanyakan apakah pernah menerima uang dari Dudhie Makmun Murod, anggota F-PDIP yang disebut Hamka sebagai perantara menyalurkan dana ke sejumlah anggota PDI-P. Agus menceritakan kepada KPK, ia pernah menerima uang dari Dudhie, tapi untuk kepentingan lain. ”Saat saya kasih tahu Rp 500 juta, penyidik KPK kaget,” papar Agus.

Uang itu diterima sekitar dua minggu setelah uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Senior BI yang memenangi Miranda Goeltom. Uang itu diserahkan oleh Dudhie dalam bentuk 10 lembar travel check BII dengan pecahan Rp 50 juta.

Agus mengaku menerima uang itu bersama anggota Komisi IX dari F-PDIP yang lain, seingatnya sekitar empat orang. Uang itu diserahkan di ruang kerja Emir Moeis, Ketua Komisi IX DPR.

Saat dikonfirmasi, Emir membantah menerima uang itu. ”Saya tidak pernah menerima dana itu,” tegasnya. Ia juga membantah uang itu dibagikan di ruang kerjanya. (sut/vin)

Sumber: Kompas.com | Sabtu, 16 Agustus 2008 | 04:37 WIB

UPDATE:  H Hamka Yandhu YR SE, adalah kader Partai Golongan Karya dari Sulawesi Selatan. Mantan Anggota Komisi IX DPR 1999-2004. Sementara Agus Condro dari PDIP, dari daerah pemilihan Kab. Batang.

Enhanced by Zemanta

2 thoughts on “Skandal DPR-BI Baru Terkuak Lagi

  1. salam dari bandung
    saya sependapat dengan artikel anda

    kapan yaah paranormal dan pesulap terjun di dunia politik, tapi kalau pesulap bahaya kalau jadi wakil rakyat kalau korupsi susah di tanggkap KPK apaligi para normal bisa di santet bohh

    artikel terbaruku….. mimpi jadi presiden

    Halah, nyatanya ke gendeng pamungkas benjut juga digebuki mahasiswa… hihihi… ampuun pak, jangan disantet yah…😀

  2. dah muak lihat kelakuan anggota dewann yang pada korupp
    negara ini kayaknya dah mau collaps😦
    salam kenal.

    Kita memang tidak mau negara ini kolaps. Makanya, Jangan Pilih yang Busuk! Salam kenal juga…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s