Anthony Zeidra Abidin Memang Terima 500 Juta

Kompas.com, hari ini tanggal 21 Agustus 2008 melaporkan bahwa Anthony Zeidra Abidin, mengakui telah menerima 500 juta dari Hamka Yandhu. Berikut kutipan dari kompas.com:

“Selama ini saya secara sengaja selalu membantah keterlibatan saya dalam penerimaan uang dari Bank Indonesia. Sikap saya tersebut dengan alasan sebagai berikut. Terus terang, saya tidak mengetahui secara persis jumlah keseluruhan dana itu dan saya tidak memiliki informasi yang akurat kepada siapa saja pembagian uang yang dilakukan Hamka Yandhu. Oleh karena itu, saya tidak mau berspekulasi sehingga menimbulkan fitnah,” tuturnya.

Anthony, mantan anggota Komisi IX DPR RI, sebelumnya memang membantah pernah menerima uang itu. Dalam laporan ANTARA tanggal 12 Agustus 2008, disitu ditulis bahwa Anthony masih membantah. Berikut kutipannya:

Maqdir menegaskan, kliennya siap menghadapi persidangan kasus tersebut. Antony yang pernah menjadi anggota Komisi IX DPR RI, menurut Maqdir, tetap membantah pernah menerima aliran dana Bank Indonesia.

“Beliau tetap pada keterangan semula,” kata Maqdir.

Menurut Maqdir, berkas Hamka Yandhu, tersangka lain dalam kasus aliran dana BI, juga sudah masuk tahap penuntutan dan segera dilimpahkan ke pengadilan.

Itu keterangan dari pengacaranya, Maqdir. Pengacara, ternyata juga ikut-ikutan menipu lembaga peradilan. Entah si pengacara ini dikerjain juga sama Anthony juga atau tidak, yang pasti seharusnya seorang pengacara harus bekerja secara profesional, dan memastikan apa yang dikeluarkan dari mulutnya bisa berdampak hukum. Bukankah pengacara itu sekolah hukum? Sampai-sampai Anthony diomeli sama Hakim Tipikor lantaran keterangannya yang mencla-mencle itu.

Drs. Antony Zeidra Abidin (Anthony atau Antony?) adalah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak tahun 1970 ini dikenal sebagai Aktivis Mahasiswa Universitas Indonesia. Semasa kuliah mendirikan dan menjadi Pemimpin Umum Majalah TEMA FIS-UI (1971-1974) dan menjabat sebagai Pemimpin Umum Majalah Prohumanika FIS-UI (1972-1974). Terpilih menjadi Anggota MPM-UI (1975-1976) serta menjabat sebagai Ketua HMI Komisariat FISIP UI di tahun yang sama. Antony menjadi Pendiri serta Pemimpin Umum Surat Kabar Kampus-Universitas Indonesia (SKK-UI) SALEMBA; Surat Kabar kampus UI yang beredar luas di berbagai kota ini dua kali dibredel pemerintah Orde Baru. Pada tahun 1977-1980, Antony tercatat menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI). Semasa kuliah, Antony dikenal aktif memberikan ceramah dalam berbagai penataran pers di berbagai kampus di Indonesia serta menyumbang tulisan dan kritikannya di Koran Kompas, Sinar Harapan, Majalah Prisma, dan beberapa Surat Kabar Daerah. Antony aktif sebagai Pengurus DPP Golkar (1999-2004) dan menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat DPD I Golkar Provinsi Jambi.

  • UPDATE (SINDO 23/08/08): KPK menindaklanjuti pernyataan tersangka aliran dana BI Anthony Zeidra Abidin yang mengaku diperas anggota BPK Baharuddin Aritonang dan Abdullah Zaini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji mengr usut kasus itu bila dalam penyelidikan ditemukan indikasi pidana dari pengakuan mantan anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu. “Kalau ada indikasi yang muncul kita akan lakukan pengumpulan data. Kalau memang ternyata kelihatan, baru penyidikan dan mengumpulkan alat bukti,” kata Ketua KPK Antasari Azhar di Gedung DPD seusai diskusi dalam J§idang .Paripurna Khusus DPD, Jakarta, kemarin.
  • UPDATE (Kompas 11/09/08): Anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004, Anthony Zeidra Abidin, mengembalikan uang Rp 500 juta yang ia terima dari Bank Indonesia atau BI. Uang itu ia kembalikan pada 29 Agustus 2008, sekitar satu minggu setelah Anthony bersaksi di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi. Bukti penyetoran uang itu ditunjukkan kepada majelis hakim Pengadilan Khusus Tipikor. Jakarta, saat persidangan perkara aliran dana BI atau Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia dengan terdakwa mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah. Rabu (10/9).
  • UPDATE (TEMPO Interaktif, Jakarta): Anthony Zeidra Abidin mengakui  menerima uang dari Bank Indonesia melalui Rusli Simanjuntak dan Asnar Ashari. “Jumlahnya menurut pengakuan Hamka Yandhu yaitu sebesar Rp 24 miliar,” ucap Anthony saat membacakan eksepsi pribadinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jumat (5/9).
Reblog this post [with Zemanta]

2 thoughts on “Anthony Zeidra Abidin Memang Terima 500 Juta

  1. Oi Bung Mampus, kau ini sarjana hukum bukan? kalau bukan jangan sok tau, kalau ia mending kulliah lg bung! jelas-jelas si antony bilang kalau dia tidak mau ngaku karena tidak nau berspekulasi sehingga menimbulkan fitnah baru; makanya dia baru ngaku sekarang. Ah kau ini.

    Bung kebetulan sy tonton sidang; si antony itu sudah ngaku sebelum sidang dimulai; bukan gara2 dicecar hakim; makanya nonton sidang dong. Dasar pengamat nggak mutu.

    Bung, Anda sudah baca laporan dari link yang kami pasang? Ini sedikit kutipannya dari Inilah.com:

    Jawaban Antony terus berbelit ketika hakim menanyakan apakah pernah ada pertemuan di Hotel Hilton (Sultan) dengan Hamka Yandhu, Rusli Simanjuntak dan Asnar Azhari seperti kesaksian empat saksi sebelumnya, Antony bersikukuh tidak pernah melakukan pertemuan.

    Gusrizal pun mengingatkan jika Antony bersaksi di bawah sumpah dengan ancaman bila melakukan sumpah palsu akan ada tambahan 7 tahun penjara.

    Setelah diperingatkan, Antony akhirnya mengaku pernah menerima Rusli Simanjuntak dan Asnar Azhari di rumahnya untuk menyerahkan dana. Namun dia mengelak mengetahui jumlah uang yang diserahkan dan uang tersebut langsung dibawa Hamka Yandhu.

    Ini yang dari kompas:
    Hakim pun dibuat geram saat mengonfrontir keterangan Anthony dengan rekannya, Hamka Yandhu, dan mantan pejabat BI, Rusli Simanjuntak. “Bagaimana ini? Siapa yang benar? Dunia… dunia,” celetuk Ketua Majelis Hakim Gusrizal dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (20/8) malam.

    Kalau sudah dibaca semua, mari kita diskusi lagi. Biar komentar dan diskusinya bisa lebih bermutu😀 Thanks atas informasinya dan kritiknya! Silakan protes juga ke Kompas, Inilah.com, dan Antara, yang menulis berita ini… Atau mau kami bantu meneruskan? Tapi kami bukan lulusan Hukum lho…

  2. Bung sebelumnya sy mohon maaf jika ada kata yg kurang berkenaan, maklum masih kebawa hawa2 medan.

    Aduh bung, anda ini dikerjai sama wartawan2 itu.

    Bung saya cuma rakyat biasa yg hobi nonton sidang terdakwa korupsi dan kebetulan hadir di sidang dan tahu kejadiannya.

    Jadi si Antony dan lawyer2nya bagi-bagikan surat pengakuan kepada semua wartawan sebelum dan sesudah sidang; yang isinya ia mengaku, menyesal dan berani bertanggung jawab sepenuhnya terhadap penerimaan uang 500jt.

    Jadi tidak benar itu, kalau si antony ngaku karena didesak hakim, tapi dia ngaku sebelum pengadilan dimulai. (kalau tidak percaya lihat rekaman para kameramen saja bung dari awal sidang sampai akhir)

    Bung, kita sebagai masyarakat intelek seyogyanya harus waspada dengan berita yg timbul di media cetak ataupun elektronik; karena seringkali tidak akurat.

    Saya respect dan bangga terhadap content website anda bung; tapi saran saya, anda harus taruh orang di sana untuk memastikan fakta demi penegakan keadilan yang seadil-adilnya. Mumpung belum terpengaruh dengan kotornya dunia jurnalistik.

    Lawan korupsi dengan hukum & keadilan, bukan dengan cemburu buta.

    Salam hormat,

    J. Kurniawan

    Wah, terima kasih sekali. Ini adalah bagian yang saya impikan, citizen journalism. Terus terang, masyarakat pada umumnya (termasuk kami di sini) cuma mengkonsumsi berita dari media massa. Dan kita tahu persis media massa sangat pintar memilah mana berita yang sampah dan yang bukan sampah, dan menayangkan sampahnya saja… *mengutip Jalaludin Rahmat*. Apakah Anda masih menyimpan selebaran itu? Kayaknya menarik sekali kalau bisa kita tampilkan isinya di sini.
    Sekali lagi, terima kasih atas informasinya. Salam kenal!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s