Miranda Goeltom Menjadi Deputi Senior Gubernur BI (2)

Jakarta, Kompas – Sebagaimana telah diduga sebelumnya, Komisi IX DPR memilih Miranda Goeltom sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, pengganti Anwar Nasution. Miranda terpilih melalui rangkaian penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang berlangsung lebih dari 10 jam, Selasa (8/6), dengan menyisihkan S Budi Rochadi dan Hartadi A Sarwono. Ketua Komisi IX DPR Emir A Moeis membantah adanya politik uang dan kontrak politik di balik terpilihnya Miranda.

Penilaian kemampuan dan kepatutan Deputi Senior Gubernur BI itu dihadiri 54 dari 56 anggota Komisi IX DPR. Dua anggota yang tidak hadir adalah Mohammad S Hidayat (Fraksi Partai Golkar) dan Rizal Djalil (Fraksi Reformasi). Pada proses pemilihan yang dilakukan melalui voting itu Miranda memperoleh 41 suara, S Budi Rochadi 12 suara, dan Hartadi A Sarwono satu suara.

Pada jumpa pers, Emir membantah adanya politik uang dan kontrak politik di balik terpilihnya Miranda. Kepada Emir, pers mengonfirmasi kaitan terpilihnya Miranda dengan rencana Bank Artha Graha membeli Bank Permata. “Wah, saya enggak dengar sampai sejauh itu kaitannya Miranda dengan Tommy Winata (pemilik Bank Artha Graha). Akan tetapi, kalau masalah Bank Permata, minta izinnya kan nanti juga ke DPR. Pelaksanaannya harus transparan,” kata Emir.

Beberapa saat sebelum proses fit and proper test kemarin, beredar kabar Miranda mendapat dukungan penuh dari Golkar dan PDI Perjuangan. Seusai fit and proper test, ditanya apakah Miranda dipilih oleh Golkar dan PDI Perjuangan, Emir berkilah, “Ini orang per orang. Cuma, kami memang lihat tadi dalam banyak hal Miranda cukup unggul dalam memberikan penjelasan, jawaban, maupun visi dan misinya.”

Di sela-sela proses fit and proper test, sejumlah perwakilan Masyarakat Profesional Madani, Transparency International Indonesia, dan Institute for Development Economics and Finance (Indef) mendatangi Komisi IX DPR. Mereka menyatakan, tidak ada satu pun calon yang secara lengkap memenuhi persyaratan integritas, keahlian, dan pengalaman.

Misi dan visi

Secara berturut-turut, Komisi IX melakukan seleksi terhadap Budi, Hartadi, dan Miranda. Dalam penjelasan misi dan visinya, Budi menekankan tiga hal, yaitu perbaikan kondisi perbankan secara nasional, mempertahankan kestabilan ekonomi makro, dan pembenahan kondisi internal BI.

Menurutnya, peran yang lebih aktif yang dapat dimainkan BI, terutama dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada, adalah menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi. Yang pertama adalah menjaga kestabilan moneter yang berkesinambungan melalui pencapaian tingkat inflasi yang rendah serta kestabilan kurs.

Kedua, memelihara kestabilan sistem keuangan dengan melanjutkan pembenahan di sektor perbankan. Ini dilakukan baik melalui penguatan fondasi sektor ini maupun peningkatan pengamanan sistem pembayaran nasional. Ketiga, meningkatkan konsolidasi manajemen internal BI guna mendukung perbaikan kinerja bank.

Hartadi mengatakan akan berupaya membangun BI lebih kuat agar BI dapat meningkatkan peran mempercepat pemulihan dan pembangunan ekonomi. ” BI akan dapat bertahan, maju, dan berkembang jika BI mampu memandang ke depan dan merumuskan kebijakan proaktif dengan arah jelas, khusus mengantisipasi dinamika sosial, politik, ekonomi yang terus bergerak di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Miranda menekankan reposisi BI dalam mendukung perekonomian. “Pertama reposisi itu meliputi tantangan perekonomian dan peranan BI sendiri, di antaranya dukungan BI terhadap pencapaian kestabilan ekonomi makro dan peningkatan fungsi intermediasi perbankan, kebijakan suku bunga dan nilai tukar, serta usaha kecil menengah dan Bank Syariah. Kedua, peranan BI dalam menciptakan stabilitas sistem keuangan dan kaitannya dengan stabilitas moneter. Ketiga, peningkatan good governance,” katanya. (har/fey)

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s