Menghukum SBY-Kalla

Tulisan yang menarik dari blog yang bernama Planet Kronologger, tentang prestasi SBY-Kalla selama menjabat jadi Presiden/Wapres. Menarik, karena isinya cukup pesimis dengan Pemilu 2009 yang akan datang. Silakan disimak:
1126: Penantian 2009

Banyak orang yang tidak bersemangat menghadapi pemilu 2009. Terlalu banyak alasannya; dari mulai pusing memilih salah satu partai yang akan dicoblos, sampai hilangnya kepercayaan terhadap politisi-politisi karena terlalu sering mereka terlihat dan/atau terbukti korup serta tidak peduli pada rakyat. Saya sendiri masuk dalam orang yang masih menantikan hadirnya pemilu 2009.

…Bagi saya, pemilu adalah kesempatan untuk menghukum SBY-Kalla karena sering melakukan dagelan politik. Hanya ada satu keberhasilan mereka yang tercatat oleh otak saya: perdamaian Aceh. Keberhasilan lain? Turunnya angka pengangguran? Merosotnya jumlah si miskin? Ah, itu tak lebih dari akal-akalan statistik yang digunakan untuk mendukung propaganda mereka. Kalau angka kemiskinan menurun, kenapa sampai ada 21 orang tewas ketika mengantri zakat, padahal selama beberapa tahun sebelumnya di tempat yang sama tidak pernah terjadi hal demikian? Logikanya, panitia tidak siap karena jumlah orang yang mengantri untuk mendapatkan zakat melonjak daripada tahun sebelumnya.

Hukuman juga perlu dilakukan karena mereka telah menaikkan harga BBM selama TIGA kali dalam LIMA tahun menjabat. Tapi bukan itu yang paling spektakuler. Dalam kenaikan harga di akhir tahun 2005, mereka dengan gila menaikkan harga minyak tanah, yang notabene lebih banyak digunakan oleh rakyat kecil, sebesar lebih dari 100 persen! Kalau saya tidak salah, sekitar 120 persen deh. Belum lagi ketika mereka ngotot untuk menggunakan data BLT tahun 2005 untuk BLT tahun 2008 sehingga menyebabkan banyak orang miskin yang tidak terdata. Efek sampingannya adalah, para kades atau ketua RT atau RW jadi punya alasan untuk memotong BLT dari para penerima; agar mereka yang tidak terdata dalam daftar penerima BLT bisa ikut menerima rezeki nomplok itu.

Di luar itu semua, penantian terpenting terhadap pemilu 2009 adalah, pemerintahan macam apa yang akan terbentuk dari pemilu tersebut? Kuat tapi otoriter dan korup? Lemah tapi demokratis dan korup? Ataukah kuat dan demokratis tapi korup? Ataukah pada akhirnya kita bisa punya pemerintahan yang kuat, demokratis, dan bersih?

Nantikan jawabannya di tahun 2009 dan sesudahnya yaaa…

Lengkapnya, silakan kunjungi blog yang bersangkutan disini.

  • UPDATE (04/10/08): Menagih Janji-janji SBY-JK. Masih terngiang di telinga kita, ketika SBY mengatakan akan memberi perhatian lebih banyak kepada pendidikan dan mendatangi kantong-kantong kemiskinan; seperti petani, buruh tani, nelayan, buruh, pedagang kecil, termasuk guru.
  • UPDATE (06/10/08): Janji-janji dan komitmen SBY-JK (Ed. 2). “Buku ini mudah-mudahan jadi pelajaran moral nomor satu bagi siapa saja yang mengaku pemimpin atau siapa saja yang mau terjun ke dunia politik. Negeri ini tidak butuh janji, tapi kerja nyata yang dikawal oleh visi dan moralitas sejati.” (AHMAD USHTUCHRI, SE, Pimpinan Pondok Pesantren).
  • UPDATE Jakarta, Kompas.com (29/09/008): “Kaum tua seperti SBY-JK sudah terbukti tidak jujur mengakui kegagalan pemerintahan mereka dan tidak ikhlas melakukan regenerasi kepemimpinan nasional. Kaum muda harus bekerja sekeras mungkin untuk bisa mengalahkan mereka pada Pemilu 2009 mendatang,” tandas Fadjorel Rahman.
  • UPDATE JawaPos.co.id (30/09/08): Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Firman Jaya Daeli menambahkan, pernyataan bahwa SBY akan maju kembali justru merugikan SBY sendiri. “Rakyat Indonesia yang mempunyai kedaulatan penuh akan mengingat dan menagih janji kampanye SBY pada Pilpres 2004 lalu. Padahal, kondisi riil ekonomi masyarakat sekarang semakin terpuruk,” katanya.
Reblog this post [with Zemanta]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s