Pemilu 2009 Menyontreng, Bukan Mencoblos (?)

Ingat, Pemilu 2009 nanti kita tidak perlu bawa-bawa paku ya! Karena peraturan baru sekarang mengharuskan pemilih untuk memberi tanda ceklis (MENYONTRENG) pada nama caleg, atau nomornya. Masih ada perdebatan mengenai pencoblosan, masih akan digunakan atau tidak. Berikut dari seputar-indonesia.com, yang dikutip oleh JPPR:

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera menyosialisasikan mekanisme pemungutan suara dalam Pemilu 2009. Khususnya, untuk pemungutan suara anggota calon legislatif (caleg). Sebab, menurut anggota Bawaslu Wahidah Suaib, mekanisme pemungutan suara Pemilu 2009 adalah yang terbaru, yakni dengan mencontreng. ”Kami meminta sosialisasi dilakukan dengan penekanan pencontrengan pada nomor atau nama caleg.

KPU harus memberikan pengertian bahwa mencontreng nomor atau nama caleg sama dengan mencontreng parpol,” kata Wahidah Suaib kepada SINDO di Jakarta kemarin. Dia mengungkapkan, fokus sosialisasi pencontrengan pada caleg sangat diperlukan. Sebab, dalam UU 10/2008 tentang Pemilu, penghargaan pada caleg sangat terlihat dengan adanya ketentuan bilangan pembagi pemilih (BPP) sebesar 30%. Jika mencapai 30% BPP, caleg akan terpilih sebagai anggota parlemen. Namun, ujar dia, aturan BPP 30% tersebut agak dibingungkan dengan Pasal 176 ayat 1 UU Pemilu.

Pasal itu menyatakan secara tegas bahwa surat suara dinyatakan sah bila pemilih memberikan tanda satu kali pada kolom nama partai atau kolom nomor calon atau kolom nama calon anggota legislatif. Artinya, jika banyak pemilih yang mencontreng nama partai, klausul 30% BPP tidak akan mempunyai arti.

Menurut dia, perubahan cara pemungutan suara ini sesuai hasil kajian dan pembelajaran dari negara lain. Pemilu dengan cara mencoblos, kata Agung, sampai sekarang hanya dilaksanakan dua negara, yakni di Indonesia dan sebuah negara di Afrika.

Cara mencoblos, menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini, ternyata memiliki tingkat kesalahan yang relatif tinggi, mencapai 10,8% dari sekitar 120 juta pemilih dalam Pemilu Legislatif 2004 lalu.”Dengan cara baru, diharapkan tingkat kesalahan bisa berkurang,”ujar dia.

Sementara itu, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengatakan, penandaan pada gambar parpol tidak menyalahi aturan. Sebab, memang ada dua hal yang berbeda dalam Pasal 143 dan Pasal 176 ayat 1 UU Pemilu. Di Pasal 143 hanya disebutkan gambar parpol adalah bagian dari desain surat suara, sementara Pasal 176 ayat 1 menyebutkan bahwa gambar parpol tidak termasuk item yang dicontreng. Maka,kata dia, pencontrengan pada gambar parpol untuk menyiasati dua pasal yang berbeda tersebut.

Sementara itu, banyak yang masih menganggap bahwa tata cara baru dengan mencontreng itu belum saatnya diberlakukan. Selain waktunya sangat sempit untuk sosialisasi, juga ada faktor persiapan dari KPU sendiri soal penghitungan suara dan pengawasannya. Berikut kutipan dari Kapanlagi.com:

Tata cara pencoblosan dalam Pemilu, Pilpres dan Pilkada belum waktunya diubah, dan dinilai penggunaan hak suara rakyat masih efektif dengan menerapkan sistem yang lama (mencoblos) itu, karena tidak asing bagi pemilih di Indonesia. Penilaian itu, disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Sumbar, Boy Yendra Tamin, SH. MH, ketika diminta tanggapannya di Padang, Senin (15/9).

“Jika ada rencana perubahan tata cara pencoblosan atau desain kertas suara perlu pertimbangan matang oleh KPU, baik di sisi dampak konflik yang akan muncul atau borosnya biaya sosialisasi,” kata Boy juga Praktisi Hukum itu.

Menurut dia, jika terjadi perubahan pada sistem pencoblosan dengan menetapkan tata cara mencontreng pada gambar partai atau foto calon di kertas suara, sangat berpotensi memicu konflik dalam penghitungan suara Pemilu, Pilpres dan Pilkada nantinya.

Nah. Mana yang paling tepat? Kami sedang mencari ilustrasi yang paling jelas mengenai bagaimana cara memilih nanti di pemilu 2009, atau cara pencoblosan pemilu 2009. Kasihan bener para tunanetra, mereka kayaknya harus didampingi… dan kasihn pula pendampingnya, lha surat suaranya segede ‘gaban’…😀

  • UPDATE (06/10/08): Jakarta, Kompas – Keputusan Komisi Pemilihan Umum atau KPU yang mengakomodasi cara memberikan suara, dengan memberikan tanda contreng maupun coblos pada kertas suara, akan menimbulkan sejumlah kesulitan pada pelaksana pemilihan di lapangan. Kesulitan terutama akan dialami petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS di tempat pemungutan suara.

7 thoughts on “Pemilu 2009 Menyontreng, Bukan Mencoblos (?)

  1. kalau mau dapat blok diagram tata cara pencontrengan dimana ya? mau dong poster atau karikatur tentang sosialisasi untuk pemilih…
    thanks.

    Pertanyan yang sangat bagus. SAMA, kami juga blum tahu mau nanya kemana…😀 Tapi ini salah satu prioritas yang sedang kami usahakan untuk bisa diakses dari sini.

  2. Negara kita memang negara yang paling “konsisten”. Yang dimaksud adalah konsisten mempertahankan fleksibilitasnya. Alias MENCLA – MENCLE (Plin – plan)

    Republik mencla-mencle ya bung…😀

  3. Sebelum semua terjadi, mari kita sama2 introspeksi akan kekurangan dan keterbatasan kita masing2. Jangan pernah merasa paling pinter apalagi merasa paling benar sendiri. Segala sesuatu butuh penyelesaian yang arif dan memberikan solusi jitu dan “kepuasan” bagi semua. kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT dan benar2 bekerja
    menjalankan amanat RAKYAT, bukan untuk kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ???? zaman telah berubah. tantangan dan Issue global harus dapat kita jawab secara ilmiah. Mari kita bangkit !!!!!
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin
    yang “pinter” tapi minteri. Percayalah !!! masih ada jalan, jangan pernah menyerah sebelum bertarung dan jangan pernah skeptis banget dengan orang yang masih mau peduli dan punya niatan baik untuk berjuang ditengah2 morat-maritnya mental dan moralitas. Kalau semua ogah dan tidak peduli….justru ini akan menjadi kesempatan empuk bagi mereka yang memanfaatkan kesempatan.

  4. kalo mimpin negara yang becus dunk . kalo mnurut gua pemimpin kita harus orang yang benar 2 paham akan masalah rakyat bro . jgn orang yang asal pasang spanduk dan baliho yang ngabisin duit banyak dan ngembaliinnya dengan cara yang gak fair .
    thanks bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s