Caleg Bermasalah Terdeteksi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai mendeteksi munculnya calon anggota legislatif (caleg) yang diduga terlibat berbagai masalah.

Selain masalah hukum, beberapa caleg juga diduga terlibat masalah lain seperti masalah etika dan norma susila. Indikasi keterlibatan caleg dalam berbagai masalah ini diketahui setelah KPU membuka layanan pengaduan masyarakat terkait rekam jejak caleg.

”Ada 18 masukan masyarakat yang menduga adanya caleg bermasalah,” kata anggota KPU Endang Sulastri di Gedung KPU Jakarta kemarin. Mayoritas masyarakat melaporkan keterlibatan caleg dalam berbagai masalah.

Dia mencontohkan ada salah satu caleg DPD yang diduga tersangkut kasus penyerobotan tanah, ada juga caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang diduga terlibat kasus pembalakan liar.

Selain itu,terdapat caleg di Sumatera Barat yang tersangkut ijazah palsu dan ada juga caleg yang dinilai tercela serta pernah diturunkan dari jabatan publik. Endang juga mengatakan adanya laporan caleg yang pernah menjadi terpidana kasus korupsi dari Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).

Sayangnya, Endang tidak mau menyebutkan namanama caleg yang bermasalah dan beberapa partainya tersebut.” Besok akan kita laporkan ke partai yang bersangkutan,” ujarnya. Endang mengatakan, masuknya mantan terpidana korupsi dalam daftar calon sementara (DCS) sangat mungkin terjadi.

Sebab, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang harus diserahkan caleg memang tidak lengkap.Menurut dia, SKCK tidak dilengkapi keterangan apakah caleg tersebut pernah dipidana atau tidak. Anggota KPU yang lain, Andi Nurpati, mengatakan, atas laporan tersebut KPU akan meminta klarifikasi ke partai yang bersangkutan.

Dia mengatakan, jika caleg tersebut terbukti pernah menjadi terpidana korupsi dengan ancaman minimal 5 tahun penjara, partai yang bersangkutan harus menggantinya. ”Jika tidak, KPU akan mencoretnya,”paparnya.

Peneliti senior Centre for Electoral Reform (Cetro) Refly Harun mengatakan, jika ada caleg yang pernah menjadi terpidana, KPU harus meminta klarifikasi juga kepada pengadilan. Mantan staf ahli Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengungkapkan, jika memang caleg pernah menjadi terpidana kasus korupsi, seharusnya otomatis dia gugur.

Sebab,dalam kasus korupsi ancaman hukumannya adalah 20 tahun. Dalam Pasal 50 ayat 1 huruf g UU 10/2008 tentang Pemilu disebutkan, seorang caleg tidak boleh pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

Karena itulah caleg yang pernah diancam penjara lebih dari lima tahun seharusnya digugurkan. Dari penelusuran SINDO, ada beberapa caleg yang pernah terlibat masalah hukum. Mereka adalah Mardijo yang dicalonkan oleh PDP di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah (Jateng) I nomor urut 1.

Mantan Ketua DPRD Jateng itu sebelumnya divonis satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun pada awal tahun ini.Mardijo divonis terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp 14,8 miliar.

Selain itu,DCS juga masih mencantumkan beberapa nama caleg yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Oentarto Sindung Mawardi yang merupakan tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran di beberapa daerah.

Oentarto dicalonkan di dapil Sulawesi Barat nomor 1 dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).Kemudian, Laksamana Sukardi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus penjualan kapal tanker pertamina very large crude carrier (VLCC). Dia dicalonkan di dapil Jawa Timur I nomor 1 dari PDP. (kholil)

Sumber: seputar-indonesia.com via calegindonesia.com

Reblog this post [with Zemanta]

5 thoughts on “Caleg Bermasalah Terdeteksi

  1. Saya ingin mengadukan caleg dari Partai Barnas Daerah pemilihan Kota Cimahi, yaitu Eddy Supriyanto, SH.,MH. yamg bersangkutan apa benar sudah lulus S2 ? ada ga Ijazahnya ?

    Wah, ini perlu diklarifikasi. Nanti kita coba cari-cari infonya ya pak…

    • Cek saja di UNPAD,saya lulus S-2 pada 29 Mei 1995 dengan Pembimbing Tesis : Prof.Dr.Sjachran Basah,SH.CN,Prof.Dr.H.Bagir Manan,SH.MCL,dan Prof.Dr.Arifin P.Soeriaatmadja,SH.

  2. saya pribadi sangat mendukung pemberantasan koruptor busuk yang masuk ke parlemen ,tanda-tanda yang kasat mata adalah dengan membagikan uang,sembako.memperbayak gambar ditepi jalan,mereka akan mengebalikan uangnya terlebih dahulu dari pada memikirkan masyarakatnya. biasa naluri manusia yang doyan harta

  3. Caleg hanya bisa turun kalau pas mau pemilu/kampanye aja , sedangkan kalau sudah pada jadi lupa dengan yang milih ,saya melihat caleg saat ini hanya bisa umbar janji dan untuk setiap caleg yang diajukan partai apakah sudah melaui fit n proper test , jadi anggota dpr bukan untuk mainan atau banyolan atau untuk maaf(cari kerja /cari untung ) tapi benar – benar untuk mewakili rakyat

  4. Menghimbau PARA PEMILIH Partai PMB DI WILAYAH SUMUT II dengan NO. URUT 3 a/n AHMAD ILLYN NASUTION adalah MANUSIA BEJAT dan KORUPSI diperusahaan ANASTI di JAKARTA milliaran RUPIAH, telah mempunyai istri yang solehkah dan patuh terhadap suami disia – siakan atas BEJATNYA AHMAD ILLYN NASUTION karna apa ??? … Saudara Ahmad Illyn Nasution telah menikah dengan seorang PELACUR SUKABUMI … HANYA menghimbau APAKAH CALEG seperti ini DIPILIH …. AKAN RUSAK TATANAN DPRD …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s