Pengaduan dari KASKUS.us

Anda yang kenal kaskus.us, sebagai salah satu komunitas online yang paling tua dan paling besar. Dari sana, ada topik menarik mengenai caleg DPR yang ‘main-main’ dengan pencalonannya. Seorang pembaca blog ini berbaik hati memberi linknya kesini, dan kami re-post thread aslinya disini, supaya bisa dibaca oleh yang lainnya juga.

Seharusnya, ketika ditemukan nama ganda seperti ini, KPU punya hak untuk langsung mencoretnya, dan tidak perlu lagi minta konfirmasi segala. Coret Saja Langsung!

Berikut isi thread-nya:

CALEG DPR RI Bermain Russian Roulette di Meja KPU

Berbagai macam cara Calon Legislatif melakukan rekayasa atau modus operandi untuk dapat lolos dari Team Verifikasi berkas Calon Legislatif di KPU. Modus operandi Team Kreatif caleg ini tergolong lucu, tapi sangat ampuh dan terbukti dapat mengelabui Team Verifikasi berkas caleg di KPU sampai dengan diterbitkannya Daftar Calon Sementara Anggota Legislatif DPR RI. Akhirnya caleg yang satu ini bisa lolos dan meluncur dengan mulus.

ini adalah ‘kutipan’ dari news.okezone.com, yang beralamat disini.

Seharusnya caleg dengan Parpol Ganda sudah dicoret dari DCS. Karena Perbaikan berkas Caleg dibatasi sampai dengan 16 September 2008. Sementara penerbitan DCS oleh KPU baru beberapa hari ini.

Sudah sangat jelas kesalahan ada di Pihak KPU, kenapa ? Verifikasi yang dilakukan KPU dapat kebobolan. Nama Caleg yang satu ini muncul di dua Parpol yan berbeda pada DCS yang diterbitkan KPU.

Apa yang dilakukan Team Kreatif Caleg yang satu ini ?

Gaya Russian Roulette dipilih sebagai jurus maut dan tebukti dapat mengelabui Team Verifikasi KPU. Karena seharusnya apabila Team Verifikasi KPU cermat dan teliti dalam memeriksa berkas calon legislatif, tentunya caleg yang satu ini sudah dicoret oleh KPU karena melanggar ketentuan Undang-Undang Pemilu.

Riwayat caleg yang satu ini ternyata cukup membuat jengkel dan frustasi, karena selalu mendapatkan nomor urut besar dalam dua kali pemilu terakhir ketika mencalonkan diri dari PPP (Partai Persatuan Pembangunan). (Sumber: Blog Pribadi Caleg)

Akhirnya pada Pemilu kali ini Team Kreatif Caleg mengakali dengan mendaftarkannya sebagai calon legislatif dari PPP dan PKB dengan nama yang sedikit disamarkan, tujuannya adalah dapat lolos dari Team Verifikasi KPU dan dapat mengetahui nomor urut yang keluar pada DCS dari masing-masing Parpol yang diterbitkan KPU. Setelah mengetahui nomor urut yang keluar, tinggal memilih partai yang mana dengan nomor urut yang terkecil (Gambling Russian Roulette).

Ternyata… nasib baik menimpa Caleg yang satu ini. DCS yang diterbitkan KPU menyatakan caleg yang satu ini menjadi nomor urut 1 baik dari PKB maupun dari PPP.

Hebat… Hebat… lobby dengan elite kedua Partai Politik yang dilakukan caleg yang satu ini berhasil, karena tanpa lobby sangat mustahil mendapatkan nomor urut 1.

Sekarang tinggal pilih mau PPP atau PKB ? Pastinya kalau di PKB No urut 1 dan PPP No urut 5 akan pilih PKB, begitupun sebaliknya.

Berdasarkan informasi terakhir caleg yang satu ini memilih PPP. Ketika KPU meminta klarifikasi atas pencalonan dirinya di dua Partai Politik, caleg yang satu ini beralasan tidak pernah mengajukan sebagai Calon Legislatif DPR RI dari PKB.

Sandiwara tidak pernah mencalonkan diri dari PKB ini dimentahkan dengan Surat Pengunduran dirinya dari PPP (Sumber: Blog Pribadi Caleg).

Jadi siapa yang mengirimkan berkas caleg, mengisi formulir, menanda tangani, melampirkan pas photo dan persyaratan lainnya ? Kalau caleg yang satu ini beralasan tidak pernah mencalonkan diri dari PKB ?

Saatnya KPU melakukan investigasi khusus untuk calon legislatif yang satu ini !

Apakah KPU mampu untuk itu ? Kita lihat nanti setelah KPU menerbitkan DCT (Daftar Calon Tetap).

Apakah nama Caleg yang satu ini masih ada ? Kalau ternyata masih ada, berarti Gaya Russian Roulette ini menjadi LEGAL dalam pencalonan menjadi Anggota Legislatif di Indonesia.

Yang lebih parah lagi DPP PPP masih mau menerima politisi kutu loncat ini sebagai calon legislatif DPR RI dari PPP, yang seharusnya DPP PPP kebakaran jenggot atas kejadian ini.

Memang Ironis, Harga diri sebuah Parpol Besar seperti PPP jatuh hanya karena sandiwara Calon Legislatif yang sepantasnya menjadi Badut Sulap.

Demikian halnya dengan PKB yang merasa dikhianati, hanya bisa gigit jari atas kejadian ini.

Kesalahan terbesar ada di tangan KPU, kalau KPU cermat dan teliti dalam melakukan verifikasi berkas calon legislatif, hal ini tidak mungkin terjadi.

Mari Kita Tunggu sama-sama… Apakah Gaya Russian Roulette ini menjadi LEGAL dalam pencalonan anggota Legislatif di Indonesia ? Jawaban nya bisa YA dan bisa TIDAK.

Semoga KPU dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan Ketentuan Undang-Undang PEMILU.

Note : Thread ini akan saya posting di banyak forum community, forum media massa, Suara Pembaca dan forum Partai Politik, kalau menemukan di forum lain bukan berarti repost !

Pranala Luar:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s