Mampus Cabut Dua Nama Dari Daftar Politisi Busuk

Bandung, Bedanews | 24 Oktober 2008

Lewat klarifikasi bernuansa silaturahmi di sekretariat LBH Bandung Jl. Rengas Dengklok Raya No. 26 Bandung (24/10) siang, dua dari sebelas nama politisi dicabut dari daftar hitam politisi busuk (Bermasalah) yang dikeluarkan Masyarakat Melawan Politisi Busuk (Mampus) beberapa hari lalu.

Dua nama potisi yang dicabut dari daftar politisi busuk versi Mampus tersebut adalah Herry Mei Oloan Caleg PDI-P No. urut 1 untuk Jabar 1 dan Lia Noer Hambali Caleg dari PPP.

Ketua Mampus, Suryawijaya yang bertemu keduanya mengakui telah bertindak tanpa data yang valid. “Mampus menuduh politisi busuk tanpa memahami latar belakang, dan trak record ”, katanya.

Menurut Suryawijaya dihadapan wartawan, klarifikasi yang dilakukan para politisi yang dituduh bermasalah, terutama terkait kepeduliannya, terhadap persoalan lingkungan hidup, pendidikan dan tata ruang, akan dibahas bersama elemen terkait. Dan untuk putusan tidak terbukti untuk pemulihan nama baik dari politisi busuk, akan diumumkan Senin (27/10) mendatang, ujarnya berjanji.

Sementara itu sebelumnya Herry Mei memaparkan tuduhan terhadap dirinya sebagai orang yang pernah menganiaya mantan anggota DPRD Jawa Barat, tidak terbukti. Permasalahan itupun sebenarnya telah selesai setelah dirinya dan mantan anggota DPRD Jabar (pelapor) dipertemukan oleh salah seorang tokoh masyarakat Kota Bandung dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

“Kami bermusyarawarah, kemudian ditindaklanjuti dengan pencabutan pengaduan oleh pelapor. Atas dasar itu, persoalan selesai. Orang lain yang melakukan kekerasan, tapi saya yang dilaporkan, itu tidak benar”, kata Heri.

Sedangkan Lia menyatakan bahwa tuduhan Mampus yang menyebut dirinya terkait persolan hukum dalam proyek Dinas Koperasi, sangat dangkal. Pasalnya, berdasarkan putusan PN Klas I Bandung, dalam amar putusan No: 03/PN/B/2006/PN BDG, yang ditandatangani, H.D Moekan Efendi, SH tertanggan 2 Nopember tahun 2006, a. menyatakan Lia Noer Hambali tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan primer dan subsider. b. Membebaskan Lia Noer Hambali dari dakwaan primer dan Subsider c. memulihkan hak yang bersangkutan dalam kemampuan kedudukan harkat dan martabatnya.

Pada kesempatan berbeda Herry menyarankan Mampus untuk terus berjuang dalam mengawal proses demokrasi yang sedang berjalan, sehingga akan menghasilkan sosok legislatif yang berkualitas.

Hanya saja lanjut Herry, bagaimanapun juga semua itu harus dilandasi dengan data dan fakta yang benar. Karena sangat disayangkan kalau laporan atau informasinya sepihak, itu tendensius yang menjurus ke pembunuhan karakter. Karena opini salah yang sudah berkembang di masyarakat, akan sangat sulit untuk diluruskan kembali”, jelasnya. (Bud)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s