Giliran Kadar Adukan Mampus ke Polisi

Rabu, 29 Okt 2008 | BANDUNG – Meski mengaku pernah terlibat skandal dengan perempuan lain, calon anggota legislatif (caleg) Kadar Slamet tetap melaporkan Masyakarat Melawan Politisi Busuk (Mampus) ke Polwiltabes Bandung, dengan tuduhan pencemaran nama baik, Senin (27/10).Selain tuduhan pencemaran nama baik, Kadar juga menduga ada indikasi pemerasan terhadapnya. “Hal yang dituduhkan oleh Mampus itu fitnah. Saya juga melihat ada indikasi pemerasan terhadap saya,” ujar Kadar Slamet di Pasar Induk Gedebage Bandung kepada wartawan, Selasa (28/10).

Kadar mengakui, pada 1998 ia pernah terlibat skandal dengan seorang perempuan bernama Nurlaila Cahya dengan alamat Jln. Cigending. Nurlaila dikenalnya di sebuah tempat hiburan. Namun hal tersebut telah diselesaikan secara damai melalui surat pernyataan yang ditandatangani oleh Nurlaila di atas materai Rp 6.000 tertanggal 24 Juli 2006.

Bahkan dalam surat yang diperlihatkan Kadar, Nurlaila mengaku telah berbuat khilaf. Selain ditandatangani oleh Nurlaila, tercantum juga dua orang saksi, yaitu Dedi Setiadi dan Maman Yuparman.

“Itu semua masa lalu. Jika ingin melaporkan dengan tuduhan menghamili, kenapa bukan perempuan itu. Kenapa harus LSM yang melakukannya,” tegas Kadar.

Oleh karenanya, Kadar menduga hal ini akan berbuntut pada pemerasan terhadapnya. “Memang belum ada yang memeras, tetapi indikasinya ke arah sana,” keluh Kadar.

Kadar mengatakan, ia telah berusaha bertemu langsung dengan Mampus. Namun tempat yang diinginkan Mampus di Dago Tea House, tidak diinginkan oleh Kadar. “Saya tidak mau di sana karena takut dijebak,” aku Kadar.

Sebelumnya, Muchsin Al Fikri, Yod Mintaraga, Deden Rukman Sumaji serta Yuswari, juga mengadukan LSM Mampus ke Polwiltabes Bandung atas tuduhan pencemaran nama baik.

Bantah memeras

Sementara itu, Ketua Mampus, Suryawijaya menolak jika dianggap ingin memeras Kadar Slamet. “Bukan tipe kami untuk memeras. Lebih baik miskin daripada memperoleh uang dengan cara seperti itu,” sanggah Surya.

Menurutnya, Mampus telah memberikan kesempatan kepada Kadar dan para politisi lainnya untuk melakukan klarifikasi. Untuk Kadar, Mampus memang telah menjanjikan bertemu di Dago Tea House. Namun Kadar menolaknya dan mengajukan bertemu di Hotel Kedaton.

“Kami ingin dalam setiap klarifikasi yang dilakukan oleh para politisi yang masuk daftar, disaksikan oleh wartawan. Karena kami tidak ingin disangka dapat dibeli oleh para politisi tersebut,” ujar Surya. (B.98)**(sumber:klik-galamedia)

Sumber: http://www.lodaya.web.id/?p=2654

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s