Tentang Surat Suara yang Dicetak

Surat suara sudah dicetak. Kelihatannya banyak masalah. Ini beberapa artikel dari kanal pemilu antara.co.id:

Caleg PPDI Tidak Dikeluarkan Dari Surat Suara

Jakarta (ANTARA News) – Nama calon anggota legislatif dari Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) tidak akan dikeluarkan dari surat suara, meskipun telah ditarik dan diberhentikan.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati, di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya telah menerima surat yang ditandatangani Ketua Umum PPDI Mentik Budiwiyono perihal pemberhentian dan penarikan caleg PPDI.

“Hampir semua caleg ditarik. Kami menerima surat itu pertengahan Januari 2009 lalu,” katanya.

Menurut Andi, KPU belum menggelar rapat pleno untuk menindaklanjuti surat pemberhentian dan penarikan caleg PPDI tersebut. Namun, Andi menegaskan karena penarikan tersebut dilakukan sesudah 17 Desember 2008, maka pencoretan nama caleg yang ditarik itu tidak dapat dilakukan.

Artinya, nama caleg tersebut tetap tercantum dalam surat suara pemilu legislatif 2009. Hanya saja, mereka tidak dapat menjadi caleg terpilih karena bukan lagi sebagai caleg dari PPDI.

Selengkapnya di sini.

Ini yang lebih meresahkan lagi. Bukannya sudah ditenderkan nih proyek pencetakan?

KPU Periksa Percetakan Diduga Milik Caleg

KPU menyatakan siap memeriksa perusahaan pemenang lelang pengadaan surat suara Pemilu yang diduga adalah milik seorang Caleg DPR RI. Dugaan keterlibatan perusahaan milik Caleg itu mencuat dari laporan anggota Bawaslu Agustiani Tio.

Jakarta (ANTARA News) – Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan segera memeriksa perusahaan pemenang lelang pengadaan surat suara yang diduga milik salah seorang calon legislatif DPR RI.

Anggota KPU  Endang Sulastri di Jakarta Selasa mengatakan, ia baru menerima laporan dugaan keterlibatan Caleg dengan perusahaan percetakan itu dari anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Namun laporan tersebut masih bersifat informal.

“Saya minta pada sekretariat jenderal untuk meneliti administrasi (perusahaan pemenang lelang),” katanya.

Anggota Bawaslu Agustiani Tio FS sebelumnya mengemukakan dugaan keterlibatan caleg dari Partai Merdeka dengan perusahaan percetakan yang tergabung dengan konsorsium CV. Ganeca Exact Bandung, yakni PT. Wihani Grafindo.

Menurut Endang wajar jika Bawaslu khawatir hubungan antara Caleg dengan perusahaan percetakan itu dimanfaatkan demi kepentingan pribadi Caleg tersebut.

Menurut dia, pihaknya akan memperhatikan laporan itu dan memperketat pengawasan produksi dan distribusi surat suara disetiap perusahaan.

“Kita juga minta semua orang yang lalu-lalang ke perusahaan diawasi. Bawaslu juga harus mengawasi secara proaktif. Sehingga bila perusahaan itu melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan undang-undang maka dapat ditindaklanjuti,” katanya.

Selengkapnya di sini.

Reblog this post [with Zemanta]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s