Katakan Korupsi Pada Demokrat!

07/03/2009 – 08:29

Kampanye Partai Demokrat dengan tagline “Katakan Tidak Pada Korupsi” kelihatannya harus segera direvisi. Iklan yang tiap hari bersliweran di media TV dan menyita besar-besaran halaman sejumlah media cetak itu, kini tak lagi relevan. Malahan terkesan jauh panggang dari api.

Betapa tidak. Adanya dugaan suap Rp 1 miliar terhadap anggota DPR RI dari Demokrat Jhony Allen Marbun, dan kemudian terungkapnya status Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie sebagai tersangka korupsi di pabrik semen Baturaja, adalah fakta yang yang sangat bertolak belakang dengan bunyi iklan yang gagah itu. Belum lagi bila dirinci dengan berbagai kasus korupsi yang melibatkan kader Demokrat lainnya.

Baru satu periode memegang kekuasaan, kader partai ini telah terlibat dalam banyak kasus korupsi. Bayangkan bila mereka berkuasa lebih lama. Tidak terbayangkan berapa banyak lagi yang akan terlibat korupsi.

Banyaknya kader Demokrat yang terlibat dalam kasus korupsi, sangat bisa dipahami, bila kita melihat sejarah berdirinya partai ini. Partai yang secara instant membesar dengan mendompleng kharisma Presiden SBY ini, merekrut pengurus dan kader tidak secara selektif.

Siapa saja yang ingin bergabung, langsung diterima, mendapat kartu anggota dan sebagian langsung masuk menjadi anggota parlemen. Yang beruntung malah masuk dalam pemerintahan. Soal track record? Tak ada waktu untuk menyeleksinya. Maklumlah namanya juga darurat.. Wajarlah bila performa Fraksi Demokrat di parlemen tidak mencorong.

Siapa yang kenal dengan Sarjan Tahir?. Sebelum meledaknya kasus suap pengalihan hutan Tanjung Api-Api, anggota DPR dari Sumatera Selatan ini, kiprahnya nyaris tak terdengar. Begitu juga dengan Jhonny Alen. Namanya mulai disebut-sebut ketika terjadi demo anarkis di Sumut yang menewaskan Ketua DPRD Azis Angkat. Begitu juga dengan Azidin anggota Fraksi Demokrat yang direcall karena terlibat dalam percaloan catering haji.

Contoh lain, adalah pelawak Komar. Ia tidak pernah sama sekali dikutip media dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR. Kalau toh ada anggota DPR dari Demokrat yang paling banyak dikutip media, bisa dipastikan adalah pasangan Angelina Sondakh-Ajie Masaid. Sayangnya pemberitaan terhadap mereka bukan kiprahnya sebagai wakil rakyat, tetapi lebih pada gosip percintaan mereka.

Dengan performa para anggota parlemennya yang lebih banyak terlibat skandal, saya jadi khawatir, jangan-jangan tagline ”katakan Tidak pada Korupsi” bisa berubah menjadi ”Katakan Tidak pada Demokrat”.

Memilih wakil rakyat, memang tidak sama dengan memilih Presiden. Sudah waktunya rakyat bisa menentukan pilihan secara cerdas!

Billy Bari Adyasta, billyadhyasta@gmail.com

SUmber: http://inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/03/07/88900/katakan-korupsi-pada-demokrat/

3 thoughts on “Katakan Korupsi Pada Demokrat!

  1. salam dari bandung

    saya setuju denga artikel anda ………………

    Iklan politik sontoloyo

    Di sudut kota bertebaran baliho para calon anggoto legislatif, ada yang tersenyum manis seperti koruptor menunggu vonis , ada yang bergaya orator dengan latar belakang gambar sukarno menuding, dan ada juga yang berlatar gambar monyet (mungkin ingin memberi pesan manusia lebih kuasa dari monyet walau monyet dan manusia saudara sepupu menurut teori darwin).

    Ada yang berfose beramai-ramai seperti mahasiswa yang baru di wisuda , ini barangkali calon legislatif bermodal cekak (maaf bukan menghina, Cuma dugaan)

    Wahai para penyembah kekuasan…. Kami tidak butuh kau jajakan wajahmu, seperti banci di taman lawang yang membuat gemas para kantip untuk merazia

    http://esaifoto.wordpress.com

  2. kita tungggu kejatuham dari partai bejat ini.. semua yg terjadi adalah konspirsi dari partai yng punya pembina berbadan tambun ini.. tapi sayangnya konspirasinya kurang rapi heheheh dari kasus antasari sampai kasus century sebenernya udah ketebak.. yah semuanya belik lagi pada hati nurani kalian..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s