Pengusutan Trimedya Panjaitan

KabarIndonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengusut Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH terkait laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang dimuat di media massa beberapa waktu lalu. Di situ diungkapkan tentang masuknya aliran dana ke rekening Trimedya Panjaitan dari hasil pelaku kejahatan berjumlah puluhan milyar rupiah.

Permintaan itu disampaikan oleh Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) H Indra Sahnun Lubis SH kepada pers, beberapa hari lalu di Jakarta. Indra Sahnun menjelaskan, Gayus Lumbuun yang merupakan rekan sesama Trimedya dari Fraksi PDIP telah membiarkan kasus ini berlalu begitu saja. Terbukti Gayus yang menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR tidak memanggil Trimedya atas laporan PPATK tersebut yang telah diberitakan secara luas di media massa.

”Ini apa fungsi Gayus di BK, ini menunjukkan Gayus Lumbuun melindungi kejahatan yang dilakukan oleh anggota DPR yang sama-sama satu komisi dan satu partai. Kalau laporan itu tidak benar maka yang tidak benar PPATK.  Buktinya sampai sekarang PPATK tidak pernah membantah laporan itu,” ucap Indra Sahnun Lubis. Bisa jadi, lanjut Indra, tadinya Gayus yang diminta menerima uang tapi Gayus tidak menerima dan menyerahkan Trimedya untuk menerimanya. ”Buktinya juga Gayus tidak mengklarifikasi apa yang terekspos di surat kabar tersebut,” tambah Indra.

Oleh karena itu Indra juga meminta agar KPK jangan terlalu mudah didikte oleh Komisi III sehubungan dengan hutang budinya kepada Komisi III yang telah menempatkan mereka di KPK. Sehingga Komisi III sering intervensi ke KPK, dan KPK sering dijadikan alat oleh Komisi III untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan politik dan kebutuhan pribadi mereka.

Contoh lain juga diungkapkan oleh Indra tentang perilaku Gayus yang menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya di DPR.  Gayus meminta kepada MA untuk menempatkan anaknya supaya menjadi Hakim. Gayus juga mendesak MA supaya anaknya ditempatkan di tempat yang enak, di Denpasar dan sebagainya.  Begitu juga ulah Trimedya yang tidak patut, karena meminta kepada MA agar tidak mengakui KAI yang kini dipimpin Indra Sahnun. Sebagai advokat lama, Indra mengatakan bahwa apa yang diungkapkan ini semua fakta dan bukan hanya sekedar isu.(*)

Sumber: kabarindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s