Isu Presiden PKS menutupi isu pajak Presiden SBY?

JAKARTA (suarakawan.com) – Penangkapan emapat orang oleh KPK termasuk Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaqq tadi malam kuat dugaan pengalihan isu yang lebih besar yang sengaja akan ditutupi. Isu yang coba ditutupi diduga tentang skandal pajak orang nomor satu di replublik ini yakni keluarga Susilo Bambang Yudhoyono.

Laporan dugaan skandal pajak ini dilansir oleh harian berbahasa Inggris, The Jakarta Post, hari ini. Di laman The Jakarta Post diungkap sebagian dokumen pajak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dua putranya Mayor TNI Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie “Ibas” Baskoro.

Dokumen yang diperoleh oleh The Jakarta Post menunjukkan pendapatan Yudhoyono pada 2011. Dia menerima Rp 1,37 miliar (US$ 143.000) selama tahun itu sebagai Presiden, selain Rp 107 juta dalam pendapatan dari royalti.

Validitas dokumen-dokumen yang diperoleh The Jakarta Post itu dikonfirmasi oleh sumber-sumber di Departemen Keuangan Direktorat Jenderal Pajak. Dokumen lanjut mengungkapkan bahwa pada tahun 2011 Presiden Yudhoyono membuka rekening bank senilai Rp 4,98 miliar dan US$ 589.188. Namun, tidak ada rincian spesifik untuk dana tersebut. The Jakarta Post tidak dapat memperoleh data pengembalian pajak Presiden.

Dokumen-dokumen juga mengungkapkan bahwa Agus Harimurti membuka empat rekening bank yang berbeda dan rekening deposito sebesar Rp 1,63 miliar. Tidak ada informasi dari mana penghasilan itu diperoleh. Agus telah terdaftar sebagai wajib pajak sejak tahun 2007, namun tidak menyampaikan SPT sampai tahun 2011.

Sedangkan Ibas Yudhoyono, menurut dokumen, sampai 2010 memperoleh Rp 183 juta sebagai anggota parlemen dari Partai Demokrat. Ia juga memiliki investasi senilai Rp 900 juta dengan PT Yastra Capital, setoran tunai sebesar Rp 1,59 miliar dan setara kas sebesar Rp 1,57 miliar. Ibas tidak menyatakan setiap penghasilan tambahan, seperti pembayaran dividen, sumbangan, saham atau hasil investasi. Dia memiliki total aset sebesar Rp 6 miliar yang dilaporkan pada tahun 2010, termasuk sebuah mobil Audi Q5 SUV senilai Rp 1,16 miliar. Dalam laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terdapat aset Ibas senilai Rp 4,42 miliar di tahun 2009.

Disebutkan pula, ada upaya dari kalangan “internal Istana” untuk mencegah pemuatan laporan investigatif itu hingga menit-menit terakhir sebelum naik cetak. (iza/jto)

http://suarakawan.com/31/01/2013/isu-kemplang-pajak-sby-tertutup-penangkapan-presiden-pks/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s