Mengenal Mafia Migas Indonesia (1)

Fenomena tertangkapnya Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini (RR), membuka tabir gelap yang selama ini tertutup rapat akan keberadaan mafia migas. Lembaga Visi Indonesia meyakini bahwa, RR hanyalah mata rantai kecil dari suatu perselingkuhan besar para Pengusaha Besar yang juga bagian dari Mafia Migas dengan para pejabat Negara.

Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif Visi Indonesia, Rusdiansyah, SH, MH saat berbincang dengan redaksi Tribun Rakyat, Selasa (29/10). “KPK harus menjadikan RR pintu masuk untuk menangkap para mafia besar minyak yang selama ini sudah menjarah uang negara yang jumlahnya trilyunan rupiah selama pemerintahan dipegang SBY . Siapa Mafia Besar minyak yang kami maksud? Mafia Besar yang kami maksud adalah mereka perantara (trader) antara pemasok-pemasok minyak mentah untuk Pertamina melalui anak perusahaannya, Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL),” tegas Rusdiansyah.

Dijelaskan Rusdiansyah, Bos dari perantara itu oleh kalangan bisnis Singapura disebut Gasoline Father, yaitu Mr. Mohammad Reza Chalid dari Global Energy Resources (GER). Kata dia, banyak laporan serta informasi masuk ke pihaknya yang menuding tendernya kurang transparan.

“Ada permainan fee sampai milyaran rupiah. Tender akal-akalan mafia minyak ini akan tetap berjalan selagi Indonesia masih membeli dengan harga spot, yang bisa dibeli sewaktu-waktu dalam jumlah besar,” ungkap dia.

Lebih jauh, ia menegaskan, sebenarnya DR. Rizal Ramli sudah lama mensinyalir adanya mafia tersebut. Dalam bukunya yang berjudul “Menentukan Jalan Baru Indoensia” (April 2009) menyebut Mr. Teo Dollars yang pendapatan per harinya mencapai USD600 ribu (Rp6 miliar) dan menyetor ke oknum-oknum tertentu di Pemerintahan RI.

“Kami mendesak KPK untuk focus dalam pemberantasan Korupsi di wilayah Migas, khususnya pada anak perusahaan pertamina, Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL),” cetusnya.

Ia pun mencontohkan kasus pembelian minyak di tahun 2011. Tahun 2011 PETRAL membeli 266,42 juta barrel minyak. Terdiri dari 65,74 juta barrel minyak mentah dan 200,68 juta barrel berupa produk. Harga rata-rata pembelian minyak oleh PETRAL adalah USD113,95 per barel untuk minyak mentah, USD118,50 untuk premium, USD123,70 untuk solar.

Total pembelian minyak PETRAL adalah USD7.4 milyar untuk minyak mentah dan USD 23.2 milyar untuk bensin/solar. Total US$ 30.6 milyar atau setara dengan Rp275.5 triliun per tahun. Itulah jumlah uang yg dikeluarkan Pertamina/negara untuk impor minyak. Sekali lagi, lanjut dia, uang Pertamina/negara yang dikeluarkan untuk membeli minyak impor melalui PETRAL pada tahun 2011 adalah sebesar Rp275.5 triliun.

“Jumlah uang yang luar biasa besar dikeluarkan negara untuk membeli minyak impor melalui PETRAL. Hal ini tentu saja tidak pernah luput dari mafia. Harga beli minyak mintah kita yang rata-rata USD113.85/ barel sangat tidak masuk akal karena harga rata-rata minyak dunia jenis yang sama pada waktu itu hanya USD90. Harga beli minyak produk (bensin dan solar) juga sangat tidak masuk akal. Bensin USD118 dan solar USD123/barel. Harga rata-rata dunia USD 105,” imbuhnya.

Meski Petral menyebutkan punya 55 rekanan terseleksi, sambung dia, tapi faktanya yang menang tender perusahaan milik mafia minyak Reza Chalid cs. Fakta-fakta sudah tersaji, tinggal menunggu langkah KPK untuk mengeksekusi mereka yang telah terbukti merugikan ratusan bahkan triliunan rupiah.

“Memang bukan pekerjaan mudah, tapi KPK harus yakin bahwa kami bersama rakyat Indonesia selalu berada di barisan terdepan menjadi perisai bagi KPK dalam membongkar Mafia Migas di Indonesia. Bongkar Mafia Migas di Indonesia, tangkap Mohammad Reza Chalid dan bubarkan Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL),” tukasnya. (St)

Sumber: http://tribunrakyat.com/?p=2402

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s